Jumat, 25 November 2011

menjelang esok di perantauan

asaku belum pudar,
langkahku masih panjang,
merancang amunisi masa depan,
menapak batu berjenjang,
bersiap kepakkan sayap,
lepas dari sangkar,
terbang menuju sangkar emas,
dari ufuk barat ke timur,
menanti perantauan,
dimana langkah pijakkan pertama akan ditempa,
 

Senin, 14 November 2011

lembayung senja


menuju malam temaram.
bagaikan karam...
asapun belum kelam...
lembayung tak jua tenggelam...

Selasa, 08 November 2011

Kepada Sang Hujan

Hey Rain..

sembari duduk melihatmu...
rasakan aroma khasmu...
resapi makna tiap titik rintihmu yang jatuh..
awan tak tampak..
hanya guratan tak bersinar..
ya gelap gulita mewarnaimu...
sementara deru mesin lalu lalang tak jua henti...
mereka yang menempuh hujan..
menerjang deras...
licin beton aspal tapaki tiap jengkal nafas..
siap menghujamn jikalau jengah datang..
menggingil kedingin..
tapi resapi tiap nikmatnya tirta itu..

Minggu, 30 Oktober 2011

freely

Always flaming when most fire goes down,
Always shinning when the light began to fade,
When you can run free from anything,
No one cath you,
No one ever does,
Without burden,
Freely,
Just be yourself,
-inspired from release the seal blog-

Hampa-Chairil Anwar


HAMPA 

kepada sri 

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak. 
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak 
Sampai ke puncak. Sepi memagut, 
Tak satu kuasa melepas-renggut 
Segala menanti. Menanti. Menanti. 
Sepi. 
Tambah ini menanti jadi mencekik 
Memberat-mencekung punda 
Sampai binasa segala. Belum apa-apa 
Udara bertuba. Setan bertempik 
Ini sepi terus ada. Dan menanti.

sedikit ungkapan untuk Sang Bunda

Wahai bunda,
ucap syukur yang tak terbatas kulimpahkan pada beliau,
sejak di rahimnya sampai tumbuh dewasa,
terlihat kasih tak terbatas,

Wahai sang pemangku amanah,
didalam nafas beliau,
teriring doa dan harapan,
tuk bimbing perilaku kami yang kadang masih binal,
walau harus berlimpah air mata,
terus mencari penghidupan,
betapa tegarnya dan kuatnya beliau
tuntun kami melewati jaman,
tuk jadikan kami berguna di masa mendatang,
terima kasih Bunda,

Pagi tadi tepat jam 06.44

Kusambut tekad pagiku
tuk laju ke singgasanamu
datang expetasiku tuk merajut..
nekat kupacu roda duaku..
sambangi engkau permaisuriku..
ketika kuketuk pintumu..
terdiamku sembari menunggumu...
termangu nestapaku...
20 menit itu terasa lamaku
kusadari kau masih terlelap dalam mimpi indahmu..
sementara ak masih terlelap dalam racauan gundahku
mungkin kali ini belum tepatku..
pulangku jemput asaku..
menata hati lagi...
berharap suatu hari menjemputmu..
saat kau buka lagi pintu itu sembari tersenyum cantik..
sembari berkata "welcome to our life my everlasting"
that is a real happiness...

-just for S.N.R