Rabu, 21 Desember 2011

absurd

sejenak kusimpan tanya kepada sepi..
bergelut dengan teka teki...
sempat terbawa mimpi...
menuju fantasi sunyi...

Selasa, 20 Desember 2011

Bertanya tekad

lidah terasa kelu,langkah menari pilu,apakah tekadku masih bertalu-talu...

gadis elok

senja kulihat wajah itu hanya sejengkal beberapa meter saja, sungguh tak berubah,wajah menepi,berusaha tersenyum lepas menahan penat,ufuk senja buai anggunnya, potret wajah lukiskan identitas,berdecak kagum,tersipu malu

Jumat, 25 November 2011

menjelang esok di perantauan

asaku belum pudar,
langkahku masih panjang,
merancang amunisi masa depan,
menapak batu berjenjang,
bersiap kepakkan sayap,
lepas dari sangkar,
terbang menuju sangkar emas,
dari ufuk barat ke timur,
menanti perantauan,
dimana langkah pijakkan pertama akan ditempa,
 

Senin, 14 November 2011

lembayung senja


menuju malam temaram.
bagaikan karam...
asapun belum kelam...
lembayung tak jua tenggelam...

Selasa, 08 November 2011

Kepada Sang Hujan

Hey Rain..

sembari duduk melihatmu...
rasakan aroma khasmu...
resapi makna tiap titik rintihmu yang jatuh..
awan tak tampak..
hanya guratan tak bersinar..
ya gelap gulita mewarnaimu...
sementara deru mesin lalu lalang tak jua henti...
mereka yang menempuh hujan..
menerjang deras...
licin beton aspal tapaki tiap jengkal nafas..
siap menghujamn jikalau jengah datang..
menggingil kedingin..
tapi resapi tiap nikmatnya tirta itu..

Minggu, 30 Oktober 2011

freely

Always flaming when most fire goes down,
Always shinning when the light began to fade,
When you can run free from anything,
No one cath you,
No one ever does,
Without burden,
Freely,
Just be yourself,
-inspired from release the seal blog-